Beranda
Portfolio Cara Order Artikel

Cara Menggunakan Cache Database di Laravel 12 untuk Meningkatkan Performa Aplikasi

tutorial 14 Nov 2025 129 kali dibaca
Cara Menggunakan Cache Database di Laravel 12 untuk Meningkatkan Performa Aplikasi

Caching adalah salah satu teknik paling efektif untuk meningkatkan performa aplikasi Laravel, terutama saat aplikasi Anda sering melakukan query ke database yang sama berulang kali.
Dengan menggunakan Database Cache, Anda bisa menyimpan hasil query sementara agar tidak perlu selalu mengambil data langsung dari database.

Dalam tutorial ini, kita akan membahas cara menggunakan cache database di Laravel 12, lengkap dengan contoh kode, penjelasan konsep, dan praktik terbaik.

Apa Itu Cache di Laravel?

Cache adalah penyimpanan sementara yang digunakan untuk menyimpan data agar bisa diakses lebih cepat tanpa perlu melakukan proses yang sama berulang-ulang.

Laravel menyediakan berbagai driver cache seperti:

  • file → default, menyimpan di filesystem
  • database → menyimpan di tabel database
  • redis → cache cepat berbasis memori
  • memcached → cache server eksternal

Dalam contoh kali ini, kita akan menggunakan driver database, yang menyimpan cache di tabel khusus bernama cache.

1. Menyiapkan Tabel Cache di Database

Pertama, pastikan database sudah terhubung di .env.

Kemudian jalankan perintah untuk membuat tabel cache:

php artisan cache:table
php artisan migrate

Perintah ini akan membuat tabel cache otomatis di database Anda.
Isinya digunakan Laravel untuk menyimpan key-value cache.

2. Mengatur Driver Cache di .env

Pastikan konfigurasi cache di .env menggunakan driver database:

CACHE_STORE=database
CACHE_DRIVER=database

Catatan: di Laravel 12, CACHE_STORE digunakan jika Anda memakai config/cache.php baru.
Jika tidak ada, cukup gunakan CACHE_DRIVER.

3. Menyimpan Data ke Cache

Gunakan Facade Cache untuk menyimpan data ke cache.

Contoh:

use Illuminate\Support\Facades\Cache;

Route::get('/cache/set', function () {
    Cache::put('website_name', 'Liradigi Digital Agency', 3600); // 3600 detik = 1 jam
    return 'Data berhasil disimpan ke cache!';
});

Anda juga bisa menggunakan remember() untuk menyimpan hasil query:

use App\Models\Article;
use Illuminate\Support\Facades\Cache;

Route::get('/articles', function () {
    $articles = Cache::remember('articles', 3600, function () {
        return Article::latest()->get();
    });

    return view('articles.index', compact('articles'));
});

Penjelasan:

  • articles → nama key cache
  • 3600 → lama cache disimpan (dalam detik)
  • function () { ... } → dijalankan hanya jika cache belum ada

4. Mengambil Data dari Cache

Untuk mengambil data dari cache:

$value = Cache::get('website_name');

if ($value) {
    echo "Nama website dari cache: $value";
} else {
    echo "Cache tidak ditemukan.";
}

Atau menggunakan default value:

Cache::get('key_tidak_ada', 'nilai_default');

5. Menghapus Cache

Hapus satu key cache:

Cache::forget('articles');

Hapus semua cache:

php artisan cache:clear

Contoh Implementasi Lengkap

Berikut contoh penggunaan cache pada controller artikel:

namespace App\Http\Controllers;

use App\Models\Article;
use Illuminate\Support\Facades\Cache;

class ArticleController extends Controller
{
    public function index()
    {
        $articles = Cache::remember('articles', 3600, function () {
            return Article::latest()->get();
        });

        return view('articles.index', compact('articles'));
    }
}

Kesimpulan

Menggunakan cache database di Laravel 12 dapat mengurangi beban query, mempercepat waktu respon, dan meningkatkan efisiensi aplikasi.
Langkahnya sederhana:

  1. Buat tabel cache → php artisan cache:table
  2. Atur driver cache di .env
  3. Gunakan Cache::remember() untuk menyimpan hasil query

Dengan strategi caching yang tepat, aplikasi Laravel Anda akan jauh lebih cepat, efisien, dan hemat sumber daya server.

 

A

Ditulis oleh

Administator

Bagikan:
Tautan disalin!

Artikel Terkait

Cara Meningkatkan Omset Bisnis dengan Google Ads

Cara Meningkatkan Omset Bisnis dengan Google Ads

Google Ads bisa meningkatkan omset bisnis dengan cepat. Pelajari strategi, optimasi, dan tips sukses dalam beriklan agar penjualan naik konsisten.

Cara Buat Custom Page Error 404 di Laravel 12

Cara Buat Custom Page Error 404 di Laravel 12

Error 404 Page kamu masih dengan Desain bawaan yang jelek?? ini cara ganti desain error page 404 di project Laravel 12 kamu dengan mudah.

Website Tiba-Tiba Muncul “Bot Verification”? Ini Penyebab Utamanya!

Website Tiba-Tiba Muncul “Bot Verification”? Ini Penyebab Utamanya!

Website kamu tiba-tiba tidak bisa diakses dan selalu muncul halaman “Verifying that you are not a robot”? Tenang, ini bukan hack. Ternyata ada satu fitur Cloudflare yang diam-diam memblokir semua pengunjung!