Pernahkah Anda bertanya-tanya? Setelah mengeluarkan anggaran ratusan ribu bahkan jutaan untuk iklan di Instagram atau Google, kemana perginya nilai investasi tersebut? Apakah hanya berubah menjadi angka views dan likes yang kemudian menghilang?
Bayangkan jika dana iklan tersebut tidak hanya membeli klik sesaat, tetapi juga membangun aset berharga yang terus bekerja untuk bisnis Anda. Aset itu adalah WEBSITE.
Banyak pebisnis mengeluh: "Saya beriklan dapat order, tapi ketika iklan dihentikan, orderan pun ikut berhenti." Mengapa demikian? Karena selama ini iklan hanya dipandang sebagai cara mendapatkan pembeli, bukan sebagai investasi untuk membangun aset digital.
1. Iklan Sosial Media (Meta/IG) seperti Sewa Booth di Mall, Website adalah Toko Mililik Sendiri
Mari kita analogikan:
Iklan di media sosial seperti menyewa booth di mall yang ramai. Memang banyak pengunjung, mungkin langsung terjadi transaksi. Namun ketika masa sewa berakhir atau ada perubahan kebijakan dari platform, booth Anda pun harus tutup. Tidak ada yang tersisa.
Website ibarat toko permanen milik Anda sendiri. Anda yang memegang kendali penuh, mengatur desain, dan menentukan produk yang akan dijual. Iklan di media sosial berperan sebagai "tim marketing" yang bertugas mengajak orang datang ke toko permanen Anda.
Faktanya: Mengandalkan iklan media sosial tanpa memiliki website, seperti terus-menerus menyewa booth tanpa memiliki toko sendiri. Melelahkan dan tidak membangun perkembangan bisnis yang berkelanjutan.
2. Iklan Google seperti Sales Profesional yang Menjaga Gerbang Pencarian
Iklan Google muncul tepat saat orang sedang aktif mencari solusi - seperti "jasa desain interior", "catering sehat", atau "servis elektronik". Iklan ini adalah sales terbaik Anda yang menyambut calon pembeli yang sudah memiliki niat beli.
Tapi bayangkan: Sales yang handal itu akan mengajak calon pembeli ke mana? Website adalah tokonya. Bagaimana mungkin sales bisa menjual tanpa memiliki toko? Paling hanya mengarahkan ke media sosial atau meminta chat WhatsApp, yang justru membuat calon pembeli bingung dan kehilangan kepercayaan.
Sangat disayangkan: Iklan Google tanpa website seperti memiliki sales yang pandai berbicara tetapi tidak memiliki toko.
3. Website adalah Tempat Mengumpulkan Data dan Membangun Kepercayaan Calon Pembeli
Setiap dana yang dikeluarkan untuk iklan seharusnya tidak hanya untuk mendapatkan kunjungan semata, tetapi juga untuk mengumpulkan data calon pembeli. Website yang dilengkapi form berfungsi seperti jaring yang menangkap data-data berharga seperti email dan nomor WhatsApp.
Yang tidak kalah penting, website membuat bisnis Anda terlihat profesional. Biasanya calon pembeli yang datang dari iklan akan mencari informasi lebih lanjut tentang bisnis Anda. Website yang baik ibarat kartu nama digital yang membuat mereka yakin untuk melakukan pembelian.
Penutup:
Iklan di Google dan Meta ibarat bahan bakar untuk mesin marketing Anda. Namun website adalah mesinnya sendiri. Percuma membeli bahan bakar berkualitas jika tidak memiliki mesin yang dapat mengubahnya menjadi tenaga untuk bergerak maju.
Oleh karena itu, sebelum mengalokasikan dana untuk iklan lagi, coba tanyakan pada diri sendiri: 'Sudah siapkah rumah digital saya untuk menerima tamu yang datang dari iklan?'
Jika jawabannya belum, mungkin inilah saat yang tepat untuk membangun fondasi digital yang kuat sebelum meningkatkan skala iklan.
Siap Kami Bantu?
Siap membangun "rumah digital" untuk bisnis Anda? Kami spesialis membantu pebisnis seperti Anda membuat website profesional yang siap menjadi tujuan dari setiap kampanye iklan. Konsultasi GRATIS chat Admin Lira ya!