Perubahan algoritma Google pada tahun 2025 dan hadirnya SGE (Search Generative Experience) membuat persaingan SEO semakin ketat. Banyak website kehilangan traffic karena konten yang mereka buat masih fokus pada mesin pencari, bukan pada manusia yang membaca.
Kini, Google menilai kualitas konten berdasarkan Human-Centered Content, yaitu konten yang ditulis untuk memenuhi kebutuhan pengguna secara utuh—bukan sekadar mengincar kata kunci.
Lalu, apa sebenarnya Human-Centered Content dan bagaimana cara membuatnya?
Apa Itu Human-Centered Content?
Human-Centered Content adalah konten yang mengutamakan pengalaman, emosi, kebutuhan, dan niat pengguna. Google menilai apakah konten:
- Memberi jawaban yang jelas, bukan bertele-tele
- Ditulis berdasarkan pengalaman nyata (Experience / E-E-A-T)
- Memahami konteks dan maksud pencarian (Search Intent)
- Mudah dibaca dan memberikan solusi yang konkret
- Menghadirkan value yang tidak bisa disalin AI mentah-mentah
Singkatnya:
Konten harus menjawab “apa yang dibutuhkan pengguna”, bukan sekadar “apa yang ingin ditargetkan penulis”.
Mengapa Ini Penting untuk Ranking di 2025?
Karena Google dan AI Search kini mampu:
- mengenali konten yang ditulis untuk clickbait
- mendeteksi konten yang repetitif dan tidak punya nilai unik
- memahami struktur konten yang membantu atau mengacaukan pembaca
- menilai kredibilitas berdasarkan pengalaman langsung penulis
Konten yang tidak human-centered akan terlempar oleh SGE karena dianggap “tidak punya nilai”.
Ciri-Ciri Konten Human-Centered yang Disukai Google 2025
1. Menjawab Intent Secara Spesifik
Google mengutamakan konten yang langsung menjawab pertanyaan pengguna dalam 5–10 detik pertama.
Contoh buruk:
“SEO adalah singkatan dari Search Engine Optimization yang berarti…”
Contoh bagus:
“Untuk naik peringkat di Google 2025, kuncinya adalah membuat Human-Centered Content.”
2. Menggunakan Pengalaman Nyata (E-E-A-T 2025)
Konten dengan pengalaman asli punya peluang muncul di SGE.
Contoh:
“Setelah 3 kali update SEO di klien saya, pola ini terbukti…”
Google mencintai insight yang tidak ada di internet lain.
3. Struktur Konten yang Mudah Dibaca
Gunakan:
- Heading jelas
- Paragraf pendek
- Bullet & numbering
- Contoh nyata
- CTA relevan
Google menilai pengalaman membaca sebagai bagian dari page experience.
4. Menjawab Lebih Banyak dari Kompetitor
Tambahkan:
- studi kasus
- pengalaman pribadi
- checklist
- template
- data
- tutorial step-by-step
Semakin lengkap, semakin tinggi ranking.
Cara Membuat Human-Centered Content (Step-by-Step)
1. Mulai dari Search Intent, Bukan Keyword
Tanya:
“User ingin apa dari pencarian ini?”
Jika user search:
→ "cara optimasi website 2025"
Maka intent-nya:
- solusi cepat
- mudah diikuti
- relevan dengan update terbaru
2. Gunakan Keyword yang Natural, Bukan Dipaksakan
Gunakan keyword LSI & long-tail seperti:
- konten human-centered
- SEO human-first
- cara optimasi konten website
- strategi SEO 2025
- ranking Google terbaru
- E-E-A-T 2025
Masukkan secara natural.
3. Tulis Seolah Anda Sedang Menjawab Konsultasi
Google menyukai gaya menulis seperti:
- menjawab pertanyaan
- memberikan solusi
- memberikan rekomendasi
- memberikan pengalaman
Ini membuat konten lebih dipercaya.
4. Tambahkan Value yang Tidak Dimiliki AI
Contoh:
- pengalaman sendiri
- opini profesional
- rekomendasi pribadi
- hasil riset atau testing
- langkah-langkah detail
AI tidak bisa meniru pengalaman manusia asli.
5. Berikan Jawaban Padat di Awal, Detail di Bawah
Google SGE membaca paragraf pertama untuk menilai manfaat konten.
Gunakan format:
“Jawaban singkatnya adalah…”
Lalu lanjutkan penjelasan panjang.
Contoh Struktur Konten Human-Centered yang Ideal
- Hook: langsung menjawab masalah
- Penjelasan singkat
- Inti materi
- Contoh nyata
- Insight tambahan
- CTA relevan
Kesimpulan
Di tahun 2025, konten bukan lagi soal banyaknya kata atau keyword yang diulang-ulang.
Google kini mencari konten yang:
- memberikan solusi
- memiliki pengalaman nyata
- ditulis untuk manusia, bukan mesin
- bermanfaat, spesifik, dan jelas
“Human-Centered Content adalah kunci utama untuk bertahan di era SGE.”
Jika Anda ingin website tetap relevan di 2025, mulailah membuat konten yang memberikan nilai nyata untuk pembaca.