Beranda
Portfolio Cara Order Artikel

Human-Centered Content: Kunci Ranking di 2025

insight 20 Nov 2025 109 kali dibaca
Human-Centered Content: Kunci Ranking di 2025

Perubahan algoritma Google pada tahun 2025 dan hadirnya SGE (Search Generative Experience) membuat persaingan SEO semakin ketat. Banyak website kehilangan traffic karena konten yang mereka buat masih fokus pada mesin pencari, bukan pada manusia yang membaca.

Kini, Google menilai kualitas konten berdasarkan Human-Centered Content, yaitu konten yang ditulis untuk memenuhi kebutuhan pengguna secara utuh—bukan sekadar mengincar kata kunci.

Lalu, apa sebenarnya Human-Centered Content dan bagaimana cara membuatnya?

Apa Itu Human-Centered Content?

Human-Centered Content adalah konten yang mengutamakan pengalaman, emosi, kebutuhan, dan niat pengguna. Google menilai apakah konten:

  • Memberi jawaban yang jelas, bukan bertele-tele
  • Ditulis berdasarkan pengalaman nyata (Experience / E-E-A-T)
  • Memahami konteks dan maksud pencarian (Search Intent)
  • Mudah dibaca dan memberikan solusi yang konkret
  • Menghadirkan value yang tidak bisa disalin AI mentah-mentah

Singkatnya:
Konten harus menjawab “apa yang dibutuhkan pengguna”, bukan sekadar “apa yang ingin ditargetkan penulis”.

Mengapa Ini Penting untuk Ranking di 2025?

Karena Google dan AI Search kini mampu:

  • mengenali konten yang ditulis untuk clickbait
  • mendeteksi konten yang repetitif dan tidak punya nilai unik
  • memahami struktur konten yang membantu atau mengacaukan pembaca
  • menilai kredibilitas berdasarkan pengalaman langsung penulis

Konten yang tidak human-centered akan terlempar oleh SGE karena dianggap “tidak punya nilai”.

Ciri-Ciri Konten Human-Centered yang Disukai Google 2025

1. Menjawab Intent Secara Spesifik

Google mengutamakan konten yang langsung menjawab pertanyaan pengguna dalam 5–10 detik pertama.

Contoh buruk:
“SEO adalah singkatan dari Search Engine Optimization yang berarti…”

Contoh bagus:
“Untuk naik peringkat di Google 2025, kuncinya adalah membuat Human-Centered Content.”

2. Menggunakan Pengalaman Nyata (E-E-A-T 2025)

Konten dengan pengalaman asli punya peluang muncul di SGE.

Contoh:
 “Setelah 3 kali update SEO di klien saya, pola ini terbukti…”

Google mencintai insight yang tidak ada di internet lain.

3. Struktur Konten yang Mudah Dibaca

Gunakan:

  •  Heading jelas
  •  Paragraf pendek
  • Bullet & numbering
  • Contoh nyata
  • CTA relevan

Google menilai pengalaman membaca sebagai bagian dari page experience.

4. Menjawab Lebih Banyak dari Kompetitor

Tambahkan:

  • studi kasus
  • pengalaman pribadi
  • checklist
  • template
  • data
  • tutorial step-by-step

Semakin lengkap, semakin tinggi ranking.

Cara Membuat Human-Centered Content (Step-by-Step)

1. Mulai dari Search Intent, Bukan Keyword

Tanya:
“User ingin apa dari pencarian ini?”

Jika user search:
→ "cara optimasi website 2025"
Maka intent-nya:

  • solusi cepat
  • mudah diikuti
  • relevan dengan update terbaru

2. Gunakan Keyword yang Natural, Bukan Dipaksakan

Gunakan keyword LSI & long-tail seperti:

  • konten human-centered
  • SEO human-first
  • cara optimasi konten website
  • strategi SEO 2025
  • ranking Google terbaru
  • E-E-A-T 2025

Masukkan secara natural.

3. Tulis Seolah Anda Sedang Menjawab Konsultasi

Google menyukai gaya menulis seperti:

  • menjawab pertanyaan
  • memberikan solusi
  • memberikan rekomendasi
  • memberikan pengalaman

Ini membuat konten lebih dipercaya.

4. Tambahkan Value yang Tidak Dimiliki AI

Contoh:

  • pengalaman sendiri
  • opini profesional
  • rekomendasi pribadi
  • hasil riset atau testing
  • langkah-langkah detail

AI tidak bisa meniru pengalaman manusia asli.

5. Berikan Jawaban Padat di Awal, Detail di Bawah

Google SGE membaca paragraf pertama untuk menilai manfaat konten.

Gunakan format:
“Jawaban singkatnya adalah…”
Lalu lanjutkan penjelasan panjang.

Contoh Struktur Konten Human-Centered yang Ideal

  1. Hook: langsung menjawab masalah
  2. Penjelasan singkat
  3. Inti materi
  4. Contoh nyata
  5. Insight tambahan
  6. CTA relevan

Kesimpulan

Di tahun 2025, konten bukan lagi soal banyaknya kata atau keyword yang diulang-ulang.
Google kini mencari konten yang:

  • memberikan solusi
  • memiliki pengalaman nyata
  • ditulis untuk manusia, bukan mesin
  • bermanfaat, spesifik, dan jelas

“Human-Centered Content adalah kunci utama untuk bertahan di era SGE.”

Jika Anda ingin website tetap relevan di 2025, mulailah membuat konten yang memberikan nilai nyata untuk pembaca.

A

Ditulis oleh

Administator

Bagikan:
Tautan disalin!

Artikel Terkait

5 Alasan Utama Agen Properti Butuh Website !

5 Alasan Utama Agen Properti Butuh Website !

Di era digital, agen properti wajib punya website sendiri! Temukan 5 alasan utama mengapa website meningkatkan visibilitas, kredibilitas, lead, dan penjualan properti Anda secara signifikan. Investasi terbaik untuk bisnis properti modern.

Tekanan Hidup Makin Berat? Ini Cara Karyawan UMR Tetap Stabil di Tahun 2026

Tekanan Hidup Makin Berat? Ini Cara Karyawan UMR Tetap Stabil di Tahun 2026

Di tengah harga kebutuhan yang terus meroket menjelang 2026, banyak karyawan bergaji UMR mulai merasakan tekanan finansial yang semakin berat. Artikel ini membahas strategi paling realistis untuk bertahan, mulai dari cara mengelola keuangan, menambah pemasukan, hingga meningkatkan skill agar tetap stabil menghadapi tantangan ekonomi yang kian tidak pasti.

5 Perubahan Besar yang Akan Mengguncang Dunia Bisnis di Tahun 2026

5 Perubahan Besar yang Akan Mengguncang Dunia Bisnis di Tahun 2026

Tahun 2026 diprediksi menjadi titik transformasi besar bagi dunia bisnis. Teknologi baru, perubahan budaya kerja, hingga dinamika ekonomi global membuat perusahaan harus adaptif agar tetap relevan.